목록으로
취업 팁Bahasa Indonesia

Level TOPIK dan Pilihan Kerja di Perusahaan Korea: Data 7.851 Lowongan

HangulJobs4/10/2026166
Level TOPIK dan Pilihan Kerja di Perusahaan Korea: Data 7.851 Lowongan

Kalau ditanya "TOPIK level berapa supaya bisa dapat kerja", jawaban yang paling sering muncul adalah "TOPIK 3 sudah cukup". Tapi begitu kita hitung lowongan yang benar-benar sedang dibuka, jawaban itu tidak cocok dengan kenyataan.

Kami menghitung seluruh 7.851 lowongan untuk penutur bahasa Korea yang sedang aktif di HangulJobs, per penghitungan 27 September 2026. Hasilnya jelas: 76,1% lowongan meminta bahasa Korea tingkat lanjut. Hanya 21,4% yang menerima tingkat menengah. Artinya dengan TOPIK 3, kamu hanya bisa menjangkau sekitar satu dari lima posisi.

Kabar baiknya, Indonesia jauh lebih terbuka untuk tingkat menengah dibanding Tiongkok dan Vietnam, dua pasar terbesar setelah Jepang. Artikel ini membedah 7.851 lowongan itu berdasarkan tingkat bahasa Korea, negara, jenis pekerjaan, dan sistem kerja, supaya kamu tahu persis pintu mana yang terbuka dengan kemampuanmu sekarang.

Langsung ke kesimpulan: tingkat yang diminta 7.851 lowongan

Data diambil dari seluruh lowongan yang berstatus aktif, bukan sampel. Lowongan yang sudah tutup atau belum ditinjau dikeluarkan.

Tingkat bahasa Korea yang dimintaJumlah lowonganPersentase
Penutur asli60,1%
Lanjut (tanpa penutur asli)5.96876,0%
Menengah1.68321,4%
Dasar300,4%
Tidak disebutkan1642,1%
Total7.851100,0%

Satu catatan sebelum membacanya: penutur asli dihitung sebagai baris tersendiri di tabel, jadi kalau keenam lowongan itu digabungkan ke kelompok lanjut, angkanya menjadi 5.974 lowongan atau 76,1% — inilah angka yang dipakai di bagian lain artikel ini. Dari tabel ini ada tiga hal yang perlu dibaca.

Pertama, pasar menumpuk di tingkat lanjut. Sebagian besar perusahaan yang merekrut penutur bahasa Korea butuh orang yang bisa rapat dan menulis laporan dalam bahasa Korea. Posisi yang cukup dengan sapaan dasar praktis tidak ada.

Kedua, jangan berharap pada posisi tingkat dasar. Hanya ada 30 dari 7.851 lowongan, atau 0,4%. Jumlahnya memang naik dari 6 lowongan pada penghitungan sebelumnya (April 2026), tapi porsinya tetap di bawah setengah persen. Strategi "kerja sambil belajar bahasa Korea" tidak punya dasar dalam data ini.

Ketiga, 1.683 lowongan menengah bukan angka kecil. Persentasenya memang 21,4%, tapi jumlah absolutnya 1.683 posisi. Dan sebarannya sangat tidak merata antar negara, dan di situlah letak kabar baik untuk pencari kerja Indonesia.

Dari mana angka ini

Kalau mau percaya angkanya, kamu harus tahu dulu cara menghitungnya.

Objek penghitungan adalah seluruh lowongan berstatus publik dan masih membuka rekrutmen di basis data HangulJobs. Ini penghitungan menyeluruh, bukan sampling. Setiap lowongan mencantumkan tingkat bahasa Korea yang diminta saat didaftarkan, dan semua tabel di artikel ini adalah agregasi langsung dari kolom tersebut.

Batasannya perlu disebut terang-terangan:

  • Ini adalah sebaran lowongan yang masuk ke HangulJobs, bukan seluruh pasar rekrutmen berbahasa Korea di dunia. Lowongannya terpusat di enam pasar — Jepang, Tiongkok, Vietnam, Indonesia, Korea Selatan, dan Rusia — jadi data ini mencerminkan arus rekrutmen di wilayah tersebut. Sisa 333 lowongan tersebar di pasar lain seperti Kazakhstan (75), Uzbekistan (48), dan Mongolia (14), termasuk 154 lowongan yang tidak mencantumkan negaranya.
  • Tingkat yang diminta mengikuti apa yang ditulis perusahaan di lowongan. Kenyataan saat wawancara bisa lebih tinggi atau lebih rendah.
  • Hanya 768 dari 7.851 lowongan mencantumkan gaji, jadi artikel ini tidak membahas gaji. Sampel yang timpang seperti itu lebih menyesatkan kalau diangkakan daripada tidak disajikan sama sekali.

EPS-TOPIK dan kerja di perusahaan Korea itu dua jalur berbeda

Bagian ini penting karena banyak yang tertukar.

EPS-TOPIK adalah ujian untuk Employment Permit System, yaitu jalur bekerja di Korea Selatan lewat program pemerintah, umumnya di sektor manufaktur, pertanian, atau perikanan dengan visa E-9. Pendaftarannya lewat lembaga resmi, ada kuota, ada antrean, dan ujiannya berbeda dari TOPIK biasa.

TOPIK reguler adalah ujian kemampuan bahasa Korea umum. Inilah yang dipakai perusahaan Korea untuk menilai kandidat, termasuk untuk posisi di Indonesia.

Data dalam artikel ini seluruhnya tentang jalur kedua: bekerja di perusahaan Korea, sebagian besar di negara tempat kamu tinggal sekarang. Yang dihitung adalah lowongan yang dibuka perusahaan, bukan kuota jalur EPS-TOPIK. Di Indonesia sendiri ada 684 lowongan.

Jadi kalau kamu sedang menunggu hasil EPS-TOPIK, atau tidak lolos kuota, atau sekadar ingin tahu opsi lain, jalur ini terbuka dan tidak menuntut kamu pindah negara.

TOPIK berapa yang setara dengan "lanjut" dan "menengah"

Lowongan biasanya tidak menulis angka TOPIK, melainkan "bahasa Korea aktif" atau "mampu komunikasi bisnis". Jadi kamu perlu tahu padanannya.

Tabel di bawah adalah konvensi yang lazim di dunia rekrutmen, bukan standar resmi. Lembaga penyelenggara TOPIK tidak menetapkan level mana yang cocok untuk pekerjaan apa.

Penulisan di lowonganSetara TOPIKKemampuan nyata yang dibutuhkan
Penutur asli6 ke atas atau penutur asliDokumen hukum, kontrak, terjemahan spesialis
Lanjut5~6Memimpin rapat, menulis laporan, menangani klien
Menengah3~4Memahami instruksi kerja, komunikasi harian
Dasar1~2Sapaan dan frasa dasar

Titik krusialnya di sini: jarak antara TOPIK 4 dan TOPIK 5 adalah tembok terbesar di pasar ini. Sampai TOPIK 4 kamu masuk kelompok menengah dengan 1.683 lowongan. Mulai TOPIK 5 kamu masuk kelompok lanjut dengan 5.974 lowongan. Beda satu level, jumlah posisi yang bisa dilamar naik sekitar tiga setengah kali lipat.

Indonesia jauh lebih terbuka untuk tingkat menengah dibanding Tiongkok dan Vietnam

Ini bagian yang paling relevan buat pembaca di Indonesia. Kolom lanjut di tabel berikut sudah mencakup lowongan penutur asli.

NegaraTotal lowonganPorsi dari seluruhLanjutPorsi lanjutMenengahPorsi menengah
Jepang2.73834,9%1.92270,2%81129,6%
Tiongkok2.23528,5%1.96587,9%25511,4%
Vietnam1.35717,3%1.14984,7%18413,6%
Indonesia6848,7%43663,7%17125,0%
Korea Selatan2763,5%15656,5%12043,5%
Rusia2282,9%14362,7%8336,4%

Indonesia punya porsi tingkat lanjut 63,7%, jauh lebih rendah dibanding Tiongkok (87,9%) dan Vietnam (84,7%). Dengan kata lain, peluang masuk dengan bahasa Korea tingkat menengah di Indonesia jauh lebih besar dibanding dua pasar itu. Bukan berarti Indonesia yang paling terbuka: diurut berdasarkan porsi menengah, Indonesia (25,0%) ada di peringkat keempat, di bawah Korea Selatan (43,5%), Rusia (36,4%), dan Jepang (29,6%). Tapi Korea Selatan dan Rusia pasar kecil — 276 dan 228 lowongan — sementara di Indonesia ada 171 posisi menengah.

Dan ada satu angka lagi yang menarik. Dari 164 lowongan yang tidak menyebutkan syarat bahasa Korea sama sekali, 70 di antaranya berlokasi di Indonesia. Itu porsi terbesar di antara semua negara. Kalau kamu belum punya sertifikat TOPIK, 70 lowongan itu adalah titik masuk yang paling realistis.

Seperti apa 1.683 lowongan tingkat menengah itu

Kata kunci di judul lowongan menengah tersusun lain dibanding kelompok lanjut. Tapi perlu dipisahkan dulu: ada kata yang menyebut syarat bahasanya, ada kata yang menyebut pekerjaannya.

Di kelompok lanjut, kata yang paling sering muncul sebenarnya kata syarat bahasa: korean (1.510 lowongan), speaking (256), speaker (196), language (146), dan korea (127). Kalau kata-kata syarat itu dipisahkan dan hanya nama pekerjaan yang dihitung, yang memimpin adalah interpreter (224) dan translator (214), lalu manager (172), sales (159), specialist (129), customer (117), dan support (116). Artinya bahasa Korea itu sendiri adalah alat kerja utamanya.

Di kelompok menengah kata korean juga masih di puncak (115), tapi angkanya jauh lebih kecil dan susunan nama pekerjaan di bawahnya berbeda: manager (93), sales (54), specialist (51), staff (47), business (42), development (29), lalu marketing (26). Dua kata lain yang juga sering muncul, japan (88) dan hybe (66), bukan nama pekerjaan melainkan nama tempat dan nama perusahaan. Penerjemah dan juru bahasa menghilang dari deretan teratas.

Artinya di tingkat menengah, bahasa Korea adalah alat bantu, bukan isi pekerjaannya. Keahlian profesional yang didahulukan, sementara bahasa Korea dipakai untuk berkomunikasi dengan atasan Korea atau kantor pusat.

Beberapa contoh lowongan menengah di Indonesia yang pernah kami lihat:

  • HR Staff (Korean Speaker)
  • Product Specialist (Aesthetic Products)
  • Manager Electronics Engineering
  • Key Account Supervisor F&B
  • Staff Finance, Tax, Accounting
  • Executive Secretary/Personal Assistant to CEO
  • Customer Service

Dari sini muncul kesimpulan praktis: di zona menengah, membangun keahlian bisa lebih cepat membuahkan hasil daripada menaikkan level TOPIK. Orang yang bisa akuntansi dengan TOPIK 4 lebih unggul dibanding yang tidak bisa akuntansi dengan TOPIK 6 saat bersaing di 1.683 lowongan ini.

Kenapa cuma ada 6 lowongan penutur asli dan 30 lowongan dasar

Dua ujung tangga kemampuan itu hampir kosong. Tapi kalau kita lihat isi lowongannya, alasannya jadi masuk akal.

Keenam lowongan penutur asli bisa disebut satu per satu: konsultan hukum di Malaysia, penerjemah spesialis Korea-Inggris, analis keuangan untuk Singapura, manajemen penagihan dan penilaian piutang di sebuah perusahaan pembiayaan Korea di Indonesia, perekrutan penutur dialek Jeju untuk pekerjaan rekaman suara berbayar, dan satu lowongan yang sebenarnya hanya uji coba sistem penerbitan otomatis. Jadi yang benar-benar merekrut ada lima. Empat di antaranya pekerjaan di mana salah terjemah langsung berarti kerugian uang — satu baris kontrak atau satu angka keuangan yang keliru membuat perusahaan rugi, dan untuk itu tingkat lanjut tidak cukup. Yang satu lagi meminta penutur asli karena alasan lain: yang dinilai adalah pelafalan dialeknya, bukan ketepatan dokumennya.

Tiga puluh lowongan tingkat dasar isinya beragam: insinyur tanur, staf marketing, kepala akuntansi, guru matematika dan guru bahasa, staf administrasi perdagangan, sampai penerjemah Inggris-Indonesia — semuanya posisi di mana bahasa Korea hanya pelengkap. Dan ini bukan kumpulan kerja sambilan: 17 dari 30 adalah posisi penuh waktu, sisanya freelance (6), paruh waktu (3), kontrak (2), dan sementara (2). Tujuh di antaranya berlokasi di Indonesia. Yang membatasi bukan status kerjanya melainkan jumlahnya — 0,4% dari seluruh pasar.

Secara porsi, kerja remote sekarang lebih terbuka di tingkat menengah

Kalau kamu mengincar kerja jarak jauh, lihat tabel ini.

Tingkat yang dimintaTotal lowonganRemote atau hybridPersentase
Lanjut (termasuk penutur asli)5.9745138,6%
Menengah1.68318310,9%

Ini kebalikan dari penghitungan sebelumnya, April 2026. Saat itu porsi remote di kelompok lanjut 8,4% dan di kelompok menengah hanya 4,4%. Sekarang kelompok menengah yang lebih tinggi, 10,9% berbanding 8,6%.

Kalau jenis pekerjaannya dibuka, dua kelompok itu menarik kerja jarak jauh dari arah yang berbeda. Dari 513 lowongan remote atau hybrid di kelompok lanjut, 284 bisa diidentifikasi jenis pekerjaannya, dan 41,9% di antaranya penerjemahan atau juru bahasa — pekerjaan yang keluarannya memang bahasa itu sendiri. Di kelompok menengah, dari 183 lowongan remote atau hybrid, 156 bisa diidentifikasi, dan yang terbanyak justru operasional dan administrasi, 21,8% — 5,1 poin persen lebih besar daripada porsinya di seluruh lowongan menengah. Baru sesudahnya penerjemahan dan juru bahasa (17,9%), sales (15,4%), lalu layanan pelanggan dan marketing masing-masing 9,6%. Jadi yang mengangkat porsi remote di sisi menengah adalah pekerjaan operasional dan administrasi, bukan pekerjaan bahasa. Satu catatan: angka di kelompok menengah bergeser sebanyak itu hanya dalam waktu sekitar lima bulan sejak penghitungan April 2026, jadi sebaiknya jangan dibaca sebagai hukum pasar seperti "tingkat menengah lebih mudah dapat kerja remote".

Dari total 7.851 lowongan, remote dan hybrid digabung hanya 740, atau 9,4%. Pasar kerja berbahasa Korea masih menjadikan kerja di kantor sebagai standar.

Hampir semuanya posisi tetap

Dari 5.974 lowongan lanjut, 5.956 adalah posisi penuh waktu. Dari 1.683 lowongan menengah, 1.670 juga penuh waktu. Kontrak, paruh waktu, freelance, dan magang digabung hanya belasan lowongan di masing-masing kelompok.

Ini berarti dua hal.

Pertama, hampir tidak ada kesempatan mencoba dulu lewat kerja paruh waktu. Jalur bekerja singkat lalu diangkat jadi karyawan tetap praktis tidak tersedia di pasar ini.

Kedua, perusahaan memandang tenaga kerja berbahasa Korea sebagai aset jangka panjang. Mereka mengeluarkan biaya rekrutmen dan ingin mempertahankannya lama. Bagi pelamar, artinya pintu masuknya sempit tapi begitu masuk cenderung stabil.

Apa yang terbuka kalau naik dari TOPIK 4 ke 5

Ini hitungan yang bisa dipakai saat ragu mau lanjut belajar atau tidak.

Naik dari TOPIK 3 ke 4 tidak banyak mengubah jumlah, karena keduanya berada di zona menengah yang sama, 1.683 lowongan. Yang berubah adalah keleluasaan di dalam zona itu, bukan jumlah pintu yang terbuka.

Lompatan dari TOPIK 4 ke 5 yang menentukan. Jumlah lowongan yang bisa dilamar melonjak dari 1.683 ke 5.974, naik sekitar tiga setengah kali lipat. Khusus di Indonesia, angkanya bergerak dari 171 lowongan menengah ke 436 lowongan lanjut. Kalau kamu sedang menimbang mau menambah waktu belajar, ruas inilah yang paling besar hasilnya.

Sebaliknya, kalau sudah di level 5 ke atas, naik ke level 6 tidak memberi banyak tambahan karena hanya ada 6 lowongan yang meminta penutur asli, dan satu di antaranya bahkan bukan rekrutmen sungguhan. Waktu itu lebih baik dipakai membangun keahlian kerja.

Ringkasnya ada tiga jalur

Kalau kamu TOPIK 5 ke atas, tidak perlu membatasi negara. Seluruh 5.974 lowongan jadi sasaran, dengan fokus di penerjemahan, sales, dan manajemen. Di Indonesia sendiri ada 436 posisi tingkat lanjut.

Kalau kamu TOPIK 3~4, ini justru posisi yang tidak buruk di Indonesia. Ada 171 lowongan menengah di dalam negeri, ditambah 70 lowongan yang tidak mensyaratkan level sama sekali. Yang perlu kamu bangun adalah keahlian profesional, karena di zona menengah yang menentukan kelulusan adalah akuntansi, HRD, atau sales, bukan bahasa Koreanya.

Kalau kamu TOPIK 2 ke bawah, hanya ada 30 lowongan yang secara eksplisit cukup dengan bahasa Korea dasar, ditambah 70 lowongan di Indonesia yang tidak menyebut level sama sekali. Terus terang, ini belum waktunya melamar kerja melainkan waktunya fokus naik ke level 4.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah sertifikat TOPIK wajib?

Dari 7.851 lowongan, ada 164 yang tidak mencantumkan syarat bahasa Korea, dan 70 di antaranya di Indonesia. Posisi seperti ini biasanya menilai lewat percakapan langsung saat wawancara. Kalau belum punya sertifikat, 70 lowongan itu titik awalmu.

Apakah TOPIK tinggi berarti gaji lebih besar?

Data ini tidak bisa menjawabnya. Hanya 768 dari 7.851 lowongan mencantumkan gaji, dan sebarannya timpang, jadi belum cukup untuk perbandingan yang bermakna. Tidak menjawab lebih akurat daripada memberi angka tebakan.

Boleh tidak melamar lowongan tingkat lanjut padahal saya menengah?

Tidak ada yang melarang. Tapi perlu diingat banyak lowongan lanjut yang berisi penerjemahan atau posisi yang menjadikan bahasa Korea sebagai isi pekerjaan. Sebaliknya ada lowongan bertanda lanjut yang sebenarnya pekerjaan sales atau manajemen, jadi baca deskripsi tugasnya, jangan hanya baris syarat bahasanya.

Negara mana yang lowongannya paling banyak?

Jepang sekarang yang terbanyak dengan 2.738 lowongan, lalu Tiongkok 2.235, Vietnam 1.357, dan Indonesia 684. Urutannya berubah dari penghitungan April 2026, saat Tiongkok masih pasar terbesar. Tapi jawabannya tetap berbeda per level. Untuk tingkat lanjut Tiongkok masih di depan, 1.965 berbanding 1.922 lowongan milik Jepang — selisihnya tipis. Untuk tingkat menengah Jepang jauh mendominasi dengan 811 lowongan, lebih dari tiga kali lipat Tiongkok yang 255.

Yang perlu kamu cek sekarang

Mengecek langsung posisi yang terbuka sesuai levelmu lebih cepat daripada membaca lebih banyak.

Angka dalam artikel ini dihitung pada 27 September 2026 dan lowongan diperbarui setiap hari. Tren persentasenya bertahan, tapi angka spesifiknya bisa berubah.