목록으로
가이드Bahasa Indonesia

Apa Itu 회식 (Hoesik)? Panduan Budaya Makan Bersama di Perusahaan Korea

HangulJobs4/4/202665
Apa Itu 회식 (Hoesik)? Panduan Budaya Makan Bersama di Perusahaan Korea

Apa Itu 회식 (Hoesik)? Panduan Budaya Makan Bersama di Perusahaan Korea

Kamu baru diterima kerja di perusahaan Korea. Semuanya berjalan lancar — orientasi selesai, kerjaan mulai masuk, bos kelihatan oke. Lalu suatu Kamis sore, chat grup kantor tiba-tiba ramai: "Hoesik malam ini jam 7!"

Dan kamu cuma bisa bertanya dalam hati... apa sih yang sebenarnya akan terjadi?

회식: Bukan Sekadar Makan Malam Biasa

회식 (hoesik, diucapkan kurang lebih "hweh-shik") secara harfiah berarti "berkumpul untuk makan." Tapi menyebutnya "cuma makan malam" itu seperti bilang final Piala Dunia "cuma pertandingan bola." Dalam budaya kerja perusahaan Korea, hoesik adalah momen di mana hubungan antar-rekan kerja dibangun, ketegangan dicairkan, dan — suka atau tidak — ikatan tim benar-benar terbentuk.

Yang menarik, budaya ini ikut terbawa ke perusahaan Korea yang beroperasi di luar negeri. Menurut survei Korea Employers Federation tahun 2023, lebih dari 78% kantor afiliasi Korea di luar negeri masih mengadakan makan malam tim rutin minimal sebulan sekali. Kalau kamu kerja di perusahaan Korea di Indonesia, ini pasti akan kamu alami.

Seperti Apa Sih Hoesik Itu?

Begini alurnya. Tim kamu pergi ke restoran Korean BBQ, tempat seafood, atau kadang restoran lokal pilihan atasan. Semua duduk — dan ya, posisi duduk itu penting. Orang paling senior duduk di posisi utama, sementara anggota tim yang lebih junior mengisi sisanya. Belum ada yang kasih tahu soal ini? Tenang, biasanya ada yang pelan-pelan mengarahkan.

Makanan dipesan — sering kali oleh orang paling senior atau yang mengorganisir acara. Ini bukan waktunya untuk minta bill terpisah atau pesan menu sendiri. Semua hidangan datang untuk dimakan bersama. Kalau kamu sudah pernah merasakan budaya kerja perusahaan Korea, pasti sudah paham. Kalau belum, ikuti saja apa yang dilakukan orang lain.

Teman saya, Rina, yang kerja di perusahaan kosmetik Korea di Jakarta, cerita soal hoesik pertamanya. Dia datang mengira cuma makan biasa bareng tim, ternyata sudah tersedia Korean BBQ lengkap dengan soju, banchan di mana-mana, dan kepala departemennya yang biasanya serius malah asyik memanggang daging untuk karyawan baru. "Aku nggak nyangka bos ku bisa se-santai itu," katanya. "Hubungan kerja kami benar-benar berubah setelah itu."

Soal Minum: Yang Perlu Kamu Tahu

Mari bicara soal yang sering jadi pertanyaan. Ya, alkohol secara tradisional adalah bagian besar dari hoesik. Soju, bir, dan 소맥 (somaek — campuran soju dan bir) mengalir bebas di banyak acara makan malam tim Korea.

Tapi ada kabar baik: perusahaan Korea semakin menghormati orang yang tidak minum alkohol. Laporan Korean Chamber of Commerce tahun 2024 mencatat bahwa 41% perusahaan Korea di luar negeri sudah menerapkan kebijakan "tanpa tekanan minum" untuk acara tim. Kalau kamu tidak minum alkohol — entah karena alasan agama, kesehatan, atau pribadi — bilang saja dengan jujur.

Kalimat kunci: "저는 술을 못 마셔요" (Saya tidak bisa minum alkohol). Sampaikan sekali di awal, lalu lanjutkan makan dengan santai. Di perusahaan yang dikelola dengan baik, tidak akan ada yang memaksa.

Aturan Tidak Tertulis yang Penting Banget

Tuangkan minuman untuk orang lain sebelum diri sendiri. Ini penting. Kalau lihat gelas orang kosong, isi. Gunakan dua tangan saat menuangkan untuk orang yang lebih senior. Ini tanda hormat dan orang benar-benar memperhatikan hal ini.

Jangan mulai makan sebelum orang paling senior. Tunggu sampai mereka mengangkat sumpit. Cuma butuh kesabaran beberapa detik tapi efeknya besar.

Sedikit berpaling saat minum di depan senior. Ini kebiasaan tradisional Korea — saat kamu minum, palingkan badan sedikit dari orang paling senior di meja. Tidak semua kantor di luar negeri mewajibkan ini, tapi melakukannya menunjukkan kamu paham budaya mereka.

Perusahaan biasanya yang bayar. Di kebanyakan perusahaan Korea, hoesik didanai perusahaan. Manajer atau team lead yang akan membayar. Jangan canggung merogoh dompet — justru itu bisa bikin suasana jadi aneh.

Seberapa Sering Hoesik Diadakan?

Bervariasi. Beberapa tim mengadakannya mingguan (serius, lho). Yang lain bulanan atau per kuartal. Pemicunya biasanya: menyambut anggota tim baru, menyelesaikan proyek besar, merayakan pencapaian perusahaan, atau sekadar karena sudah lama tidak kumpul.

Di perusahaan Korea di luar negeri, frekuensinya cenderung lebih rendah dibanding di Korea — biasanya bulanan atau di momen-momen spesial. Kalau kamu ingin tahu lebih dalam tentang budaya kerja di perusahaan Korea dan apa yang harus disiapkan, itu pembahasan tersendiri yang tidak kalah penting.

Boleh Nggak Sih Skip Hoesik?

Secara teknis, boleh. Secara praktis... tergantung.

Sesekali absen karena alasan yang jelas (acara keluarga, sudah ada rencana, kurang enak badan) itu wajar. Tapi kalau terus-menerus absen, itu mengirim sinyal bahwa kamu tidak tertarik jadi bagian dari tim. Dalam dinamika kerja Korea, hubungan yang dibangun di luar jam kerja punya pengaruh nyata. Manajer kamu mungkin tidak bilang apa-apa, tapi itu membentuk persepsi mereka.

Yang penting, pahami dulu apa yang diharapkan manajer Korea dari karyawan asing. Intinya: datang kalau bisa, hadir sepenuhnya saat ada di sana, dan komunikasikan dengan jujur kalau memang tidak bisa hadir.

Manfaatkan Hoesik untuk Kariermu

Ini yang jarang diceritakan: hoesik sebenarnya bisa jadi akselerator karier. Di sinilah satu-satunya momen di mana hierarki mengendur, di mana kamu bisa ngobrol santai dengan direktur, di mana kamu bisa menunjukkan kepribadian di luar urusan spreadsheet dan email.

Seorang kenalan saya di perusahaan elektronik Korea di Bekasi berhasil mendapatkan persetujuan proposal proyeknya sebagian besar karena dia sudah membangun hubungan baik dengan pengambil keputusan selama hoesik. Dia bahkan tidak pernah membahas proposal saat makan malam — dia hanya menunjukkan ketertarikan tulus pada cerita weekend sang direktur. Ketika proposalnya sampai di meja Senin pagi, dia bukan orang asing.

Kalau kamu sedang mencari lowongan kerja perusahaan Korea di Indonesia, platform seperti HangulJobs mempertemukan pencari kerja yang bisa bahasa Korea dengan perusahaan Korea yang beroperasi di Indonesia. Pengetahuan budaya seperti ini benar-benar jadi nilai tambah.

Hoesik yang Terus Berkembang

Budaya kerja Korea terus berubah. Manajer Korea generasi muda lebih sadar tentang work-life balance, pantangan makanan, dan perbedaan budaya dalam tim internasional. Beberapa perusahaan sekarang mengadakan hoesik saat makan siang, bukan makan malam. Ada juga yang menawarkan alternatif berbasis aktivitas — bowling, escape room, kelas memasak.

Semangatnya tetap sama: membangun koneksi di luar kantor. Caranya yang semakin fleksibel.

---

FAQ

Q: Harus pakai baju apa ke hoesik?
A: Kalau tidak ada instruksi khusus, pakai baju yang sama seperti saat kerja hari itu. Hoesik biasanya langsung setelah jam kantor, jadi business casual adalah standarnya. Untuk acara spesial (pesta akhir tahun, dll), tim biasanya akan memberitahu soal dress code.

Q: Apakah hoesik dihitung lembur? Apakah ada kompensasinya?
A: Dalam kebanyakan kasus, hoesik tidak diklasifikasikan sebagai lembur dan tidak ada kompensasi. Ini dianggap kegiatan sosial. Namun, beberapa perusahaan Korea di luar negeri yang lebih progresif mulai menghitung acara tim malam hari sebagai waktu kerja. Cek kebijakan spesifik perusahaanmu.

Q: Bagaimana kalau aku punya pantangan makanan (vegetarian, halal, alergi)?
A: Sampaikan kebutuhan dietmu ke penyelenggara sebelum acaranya. Kebanyakan perusahaan Korea di luar negeri sudah terbiasa mengakomodasi kebutuhan makanan yang beragam, terutama di tim multikultural. Bilang dari awal jauh lebih baik daripada duduk di meja tanpa ada makanan yang bisa kamu makan.